Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam
Vol 23, No. 1 (2024): Thaqāfiyyāt

Raden Ngabehi Gagak Handaka dan Perjuangannya Sebagai Adipati Terakhir Kadipaten Loano di Purworejo (1755-1836)

Subakti, Dihyal (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jan 2025

Abstract

Abstract: Raden Ngabehi Gagak Handaka was the last ruler of Kadipaten Loano in Purworejo. During his reign, he focused on improving the welfare of his people by establishing educational institutions, such as pesantren (Islamic boarding schools) and literacy training centers. His rule coincided with the Java War (Diponegoro War), which impacted Loano. This article aims to explore Gagak Handaka's life, his efforts in promoting education, and his involvement in the Java War. Using a biographical approach and historical research methods (including source collection, verification, interpretation, and historiography), the study reveals that Gagak Handaka was raised in a religious environment and educated by Kiai Ki Kasan Kesambi at Gunung Damar. As ruler, he initiated several educational projects and personally taught his people. During the Java War, Gagak Handaka allied with Prince Diponegoro's forces, defending Loano against the Dutch and their allies. Despite his efforts, the war ended in defeat, marking the fall of Kadipaten Loano. Shortly after, Gagak Handaka passed away.Abstrak: Raden Ngabehi Gagak Handaka merupakan seorang raja/adipati terakhir Kadipaten Loano di Purworejo. Selama berkuasa ada beberapa cara yang ia lakukan untuk mensejahterakan rakyatnya dengan membangun lembaga pendidikan berupa pesantren dan pelatihan baca tulis. Masa kepemimpinanya juga dihadapkan dengan peristiwa besar yaitu Perang Jawa (Perang Diponegoro) yang terjadi di Loano. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan riwayat hidup Gagak Handaka dan upayanya dalam mensejahterakan rakyatnya melalui pendidikan. Selain itu, dijelaskan juga keikutsertaan perjuangan Gagak Handaka pada masa Perang Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan biografi sebagai alat analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian yaitu, Gagak Handaka merupakan seorang putra mahkota di Kadipaten Loano dan berada di lingkungan yang agamis. Pada masa mudanya dididik oleh Kiai Ki Kasan Kesambi di perguruan Gunung Damar. Ketika dinobatkan menjadi penguasa Kadipaten Loano, Gagak Handaka membuat beberapa tempat pendidikan bagi warganya sekaligus ia mengajar secara langsung. Menjelang akhir kekuasaannya, Gagak Handaka dihadapkan dengan Perang Diponegoro yang awal mulanya meletus di Yogyakarta dan akhirnya melebar ke Kadipaten Loano. Sebagai penguasa Loano, Gagak Handaka bergabung ke pasukan Diponegoro dan ikut berjuang untuk mempertahankan Loano dari serangan kolonial Belanda dan para sekutunya. Namun, dalam perang tersebut berakhir mengalami kekalahan yang sekaligus menjadi tanda keruntuhan Kadipaten Loano, dan tidak lama setelah kejadian itu Gagak Handaka wafat.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

thaqafiyyat

Publisher

Subject

Religion Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam is a journal which focuses on language, culture and Islamic Information. We invite to all contributors from all over the world to participate and share their research both library research or field research. Selected paper normally will be ...