Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam pencemaran lingkungan pada kegiatan KJA dimana kegiatan utama perikanan di waduk saguling menggunakan sistem budidaya Keramba Jaring Apung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan analisis data dengan metode deskripsi kualitatif. Maka hasil dari observasi dan wawancara menunjkan, mayoritas pembudidaya menggunakan pakan pelet dengan pemberian pakan sebanyak tiga kali, yaitu pagi, siang dan sore. Di lapangan ikan nila diberi dengan persen 3%, ikan mas berkisar 4-6%. Kebanyakn KJA Belum menerapkan efisiensi pakan dimana pakan tidak efisien (terlalu banyak) menyebabkan tidak semua pakan dicerna oleh ikan berdampak pada perairan Waduk Saguling. Maka evaluasi KJA yang ramah lingkungan dan waduk berkelanjutan, dari kebanyakan pengelola KJA tidak menguntungkan orang lain, polanya harus lebih cepat belajar dari cuaca (perubahan kondisi air) serta pengalaman harus disandingkan dengan ilmu. Selenjutnya melakukan penataan kembali tata letak Keramba Jaring Apung (KJA) dan pengelolaan bangkai KJA yang sudah tidak terpakai dengan tertib, termasuk proses pemindahan dan pemusnahan sesuai pedoman keberlanjutan dan peraturan lingkungan yang berlaku. Memperbaiki fasilitas yang memungkinkan akan menjadi sampah saat sudah rusak seperti bambu yang sudah lapuk atau besi yang sudah berkarat.
Copyrights © 2024