Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan panel bambu sebagaifasad bangunan eksisting, dengan fokus pada peningkatan pencahayaan alami dan nilai estetika. Bambu, sebagai material alami dan berkelanjutan, dipilih karena karakteristiknya yang kuat dan mudah diolah. Dalam studi ini, bambu petung digunakan sebagai frame, sementara bambu apus digunakan sebagai modul anyaman untuk fasad bangunan. Penelitian ini menggabungkan metode eksperimental dan kuantitatif melalui simulasi 3D menggunakan perangkat lunak Archicad serta simulasi pencahayaan dengan Velux untuk mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam bangunan setelah pengaplikasian modul fasad bambu. Studi kasus dilakukan pada bangunan ruko di Jalan Gatot Subroto, Surakarta, yang digunakan sebagai kafe. Sebelum pengaplikasian modul fasad bambu, intensitas cahaya alami dalam ruangan sangatrendah.
Copyrights © 2024