Penyakit diare merupakan kasus yang tertinggi pada negara berkembang tidak terkecuali masyarakat indonesia. Penyakit ini bisa menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Diare disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang masuk ke saluran pencernaan, kemudian mikroorganisme akan berkembang biak karena telah mampu melewati asam lambung. Sirih cina (Peperomia pellucida L) merupakan tanaman yang mampu menghambat bakteri karena tanaman ini mengandung senyawa-senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri sehingga sirih cina memiliki sifat antimikroba yang dapat melawan berbagai jenis bakteri patogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa minimal kosentrasi ektrask sirih cina menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan untuk mengetahui seberapa besar kosentrasi ektrak sirih cina membunuh pertumbuhan Escherichia coli. Jenis penelitian experimental dengan menggunakan ekstrak sirih cina. Metode difusi cakram teknik penanaman paper disk. Hasil penelitian pada hasil zona hambat pada A1 (ekstrak sirih cina kosentrasi 10%) (2,25 mm) diketegorikan resisten, A2 (ekstrak sirih cina kosentrasi 20%) (6 mm) dikategorikan resisten, A3 (ekstrak sirih cina kosentrasi 30%) (7,125 mm) diakterorikan resisten, A4 (ektrak sirih cina kosentrasi 40%) (11,25 mm) dikategorikan intermedient, dan A5 (ektrak sirih cina kosentrasi 50%) (7,25) dikategorikan resistent, yang menunjukan bahwa A4 lebih efektif dan memiliki sebaran paling merata.
Copyrights © 2024