Meningkatnya jumlah lansia di Indonesia membutuhkan perhatian karena mereka rentan terhadap masalah kesehatan kronis seperti insomnia, yang memengaruhi 10-25% orang dewasa. Perubahan ritme sirkadian pada insomnia dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi, yang merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tertinggi di dunia. Data WHO (2015) menunjukkan bahwa 1,13 miliar orang menderita hipertensi. Islam mendorong umatnya untuk mencari pengobatan, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa setiap penyakit memiliki obatnya. Penelitian ini mengkaji hubungan antara insomnia dan hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I, Jakarta Timur. Dengan desain cross-sectional, data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) dan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer merkuri Riester. Sebanyak 150 responden dipilih melalui simple random sampling, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,7% lansia dengan insomnia mengalami hipertensi, sementara 4,7% tidak. Sebaliknya, 20% responden tanpa insomnia tidak mengalami hipertensi, sementara 34,7% lainnya mengalami hipertensi. Temuan ini menunjukkan bahwa lansia dengan insomnia lebih rentan terhadap hipertensi. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara insomnia dan hipertensi pada populasi ini.
Copyrights © 2024