Nelayan merupakan salah satu pekerjaan utama di Indonesia yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat melalui hasil tangkapan ikan. Namun, pekerjaan ini juga memiliki risiko terhadap gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja akibat paparan bahaya potensial di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gangguan kesehatan akibat kerja dan kecelakaan kerja yang dialami nelayan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang dimulai dengan pencarian artikel yang relevan melalui database Google Scholar dan ScienceDirect. Selanjutnya artikel yang terpilih dianalisis untuk mendapatkan hasil sesuai tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa nelayan di Indonesia sering mengalami gangguan kesehatan akibat kerja, seperti nyeri punggung bawah yang terkait dengan postur kerja yang tidak ergonomis, dermatitis kontak iritan akibat paparan air laut yang berkepanjangan, serta gangguan pendengaran yang berkaitan dengan kebisingan dari perahu atau kapal. Pada nelayan penyelam, dilaporkan kejadian penyakit dekompresi akibat perubahan tekanan mendadak, yang memicu pembentukan gelembung gas dalam tubuh, serta barotrauma yang terjadi akibat ketidakseimbangan tekanan yang merusak jaringan tubuh. Sementara itu, kecelakaan kerja yang dialami nelayan di Indonesia beragam, mulai dari cedera ringan hingga fatal, mencakup luka ringan, luka sedang, luka berat, terkilir, patah tulang, luka bakar, dan kematian. Untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat kerja dan kecelakaan kerja tersebut, penerapan langkah-langkah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan nelayan sangat diperlukan.
Copyrights © 2024