Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan evolusi budaya Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukim di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Kawasan TNBD merupakan kawasan yang menjadi pemukiman terpadat Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi yang dikenal dengan kehidupan nomaden. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang memiliki empat tahapan kerja yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan observasi. Observasi bersamaan dengan kegiatan dokumentasi lapangan dan wawancara mendalam. Analisis data penelitian menggunakan teori evolusi budaya. Hasil penelitian menujukkan bahwa modernisasi seiring perkembangan zaman dan perubahan fungsi hutan telah mempengaruhi pola kehidupan dan identitas budaya mereka. Perubahan kehidupan dan identitas budaya SAD dimulai pada masa pembangunan Orde Baru, datangnya kelompok transmigran, munculnya perusahaan perkebunan swasta, hingga penetapan TNBD. Pergeseran pola hidup masyarakat SAD ditandai dengan sudah mulai menetap sebagian besar mereka, dan turunnya kesadaran generasi muda SAD akan kearifan lokal adat istiadat yang mereka miliki. Interaksi dengan masyarakat luar merubah hidup mereka secara perlahan menjadi modern, baik dalam tempat tinggal, pendidikan, ekonomi hingga persoalan kepercayaan. Hingga penelitian ini dilakukan, SAD kawasan TNBD sudah terbagi menjadi kelompok nomaden, semi-nomaden hingga menetap.
Copyrights © 2024