Perselisihan yang terjadi antara orangtua berdampak negatif pada anak, seperti ketidakmampuan dalam mengontrol emosi. Akibatnya mereka akan cenderung mudah melakukan hal-hal yang bersifat negatif. Hal ini dirasakan oleh sebagian besar remaja yang mengalami broken home. Selain itu, komunikasi yang terjalin antara orangtua dan anak juga menjadi tidak harmonis, seperti anak sering menghindar dari orangutanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh forgiveness terhadap happiness pada remaja dengan keluarga broken home dikota Makassar. Penelitian ini dilakukan terhadap 449 remaja yang berasal dari keluarga broken home dikota Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif. Instrument pengumpulan data menggunakan skala Forgiveness berdasarkan teori McCullough (1997), dengan nilai reabilitas 0,958 dan skala happiness berdasarkan teori Seligman (2005) dengan nilai reabilitas 0,577. Data dianalisis menggunakan tehnik regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara forgiveness terhadap happiness pada remaja dengan keluarga broken home dikota Makassar. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dengan arah pengaruh positif dengan demikian, semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi pula perasaan happiness yang akan dirasakan, dan begitupun sebaliknya.
Copyrights © 2023