Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan gaya resolusi konflik pada individu yang berstatus menikah ditinjau dari jenis kelamin di Kota Makassar. Terdapat empat gaya resolusi konflik yaitu gaya pemecahan masalah positif (positive problem solving), gaya keterlibatan konflik (conflict engagement), gaya menghindar (withdrawal), dan gaya kepatuhan (compliance). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 400 responden dengan rincian yaitu 200 laki-laki dan 200 perempuan yang telah menikah, berada pada rentang usia 19 sampai 40 tahun di Kota Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi CRSI (Conflict Resolution Style Inventory). Validitas skala di uji dengan menggunakan validitas logis, validitas tampang dan validitas konstrak. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis komparatif dengan uji independent t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p<0.05) pada gaya resolusi konflik pemecahan masalah positif, menghindar dan kepatuhan yang artinya ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Pada gaya resolusi konflik keterlibatan konflik menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,097 (p>0.05) yang artinya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Copyrights © 2023