Kampung kota memegang peran krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan, berfungsi sebagai jawaban dari masyarakat terhadap kebutuhan perumahan di lingkungan perkotaan. Namun, seringkali kampung kota dihadapkan pada berbagai tantangan yang meliputi kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi kekumuhan, dan kekurangan fasilitas infrastruktur yang memadai. Dalam studi kasus Kampung Pelangi 200 di Bandung, karakter lingkungan kampung dianalisis bersama dengan identifikasi kekurangan fasilitas serta perumusan strategi perbaikan yang diperlukan. Melalui metode penelitian kualitatif yang melibatkan pengumpulan data langsung dan tinjauan literatur, temuan menunjukkan bahwa kampung tersebut mengalami kepadatan penduduk yang tinggi dan kekurangan fasilitas seperti akses masuk dan tempat parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung tersebut, dengan fokus pada penyediaan dan peningkatan infrastruktur serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih baik dalam merancang strategi pembangunan berkelanjutan di masa depan, dengan menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup di kampung kota sebagai bagian integral dari proses pembangunan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024