Artikel ini bertujuan untuk memberikan alternatif penyelesaian bagi fenomena sindrom FOMO. Sindrom FOMO merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa takut ketinggalan, sehingga selalu berupaya untuk terhubung dengan informasi atau aktivitas orang lain. Sindrom FOMO mengakibatkan terjadinya masalah psikologis, konsumerisme, materialisme, gangguan konsentrasi atau fokus serta emosi negatif. Penulis menindaklanjuti masalah ini dengan mengkaji spirit keugaharian dalam teks 1 Timotius 6:6-19. Penulis menggunakan pendekatan studi pustaka serta analisis hermeneutik untuk mengkaji teks 1 Timotius 6:6-19. Penulis menemukan bahwa teks 1 Timotius 6:6-19 memberikan solusi bagi sindrom FOMO dengan mengembangkan sikap bergantung pada Tuhan sebagai sumber kelegaan, mengejar atau tidak tertinggal dalam implementasi nilai-nilai kebajikan Kristen, serta memahami pengelolaan materi melalui rasa cukup, sikap murah hati, dan tindakan berbagi. Berdasarkan temuan ini, penulis menyimpulkan bahwa gereja perlu menindaklanjuti fenomena sindrom FOMO melalui pembinaan yang berbasis pada spirit keugaharian.
Copyrights © 2024