Gereja sebagai lembaga sosial keagamaan hadir di tengah konteks keberagaman yang pluralis. Gereja dituntut untuk dapat mengkonstruksikan eklesiologi yang kontekstual dalam realitas kemajemukan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran Gereja Protestan Maluku pada hubungan Islam-Kristen dalam perspektif Pancasila di Maluku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menemukan bahwa Gereja Protestan Maluku telah membangun relasi yang harmonis dengan agama lain. Hal ini dapat ditemukan melalui ajaran-ajaran gereja yang diimplementasikan dalam kegiatan sosial keagamaan di Maluku. Gereja Protestan Maluku menempatkan tindakan kemanusiaan sebagai prioritas dalam memahami agama-agama lain. Gereja Protestan Maluku menjadi pionir dalam membangun relasi yang konstruktif dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan sosial di masyarakat dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar untuk membangun hubungan yang inklusif dan toleran terhadap orang-orang dari berbagai latar belakang agama. Bahkan, Gereja juga berperan dalam mengatasi masalah kemanusiaan tanpa memandang latar belakang agama yang dianut. Dengan demikian, Gereja Protestan Maluku mengkonstruksikan eklesiologi kontekstual yang mendukung perdamaian dan keharmonisan lintas agama dalam bingkai Pancasila.
Copyrights © 2024