Keberadaan mikrobia bermanfaat yang rendah di daerah perakaran bawang wakegi dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman mengalami hambatan karena tanah menjadi kurang subur. Penambahan mikrobia indigenous diharapkan dapat meningkatkan populasi mikrobia di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi bakteri indigenous Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp dalam meningkatkan produksi dan hasil bawang wakegi, baik yang diaplikasikan secara tunggal maupun konsorsium dengan formula biofertilizer. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, UNTAD, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan (faktor tunggal) bahan aktif formula biofertilizer berupa jenis mikrobia yang terdiri atas P1=kontrol (tanpa mikrobia), P2= Bacillus sp. DB12, P3= Trichoderma sp, dan P4= konsorsium Bacillus sp. DB12 + Trichoderma sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali sehingga secara keseluruhan terdapat 40 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat ubi, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biofertilizer berbahan aktif konsorsium Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp (P4) merupakan perlakuan terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman (36,74 cm), jumlah daun (30,40 helai), jumlah umbi per rumpun (8,05), berat umbi per rumpun (40,19 g), dan diameter umbi per rumpun (2,21 cm).
Copyrights © 2024