Artikel ini bertujuan menelusuri kelahiran dan perkembangan ‘karisma’ dalam sejarah Gereja Katolik. Melalui studi kepustakaan, peneliti menemukan bahwa Pauluslah yang pertama kali menciptakan term tersebut. Kata karisma digunakan Paulus untuk menyebut anugerah karunia Roh Kudus demi pembangunan jemaat. Menurut kesaksian para Bapa Gereja, karisma-karisma, baik yang biasa maupun yang spektakuler, menyertai para rasul dan pemimpin jemaat Gereja perdana. Namun jejak-jejak karisma tidak ditemukan lagi dalam tulisan-tulisan di atas abad IV. Antara masa tersebut sampai akhir abad XIX disebut oleh Gereja sebagai masa ketika karisma tidak menjadi topik yang terdepan dan terutama dalam kehidupan Gereja. Tetetapi tidak berarti karisma hilang begitu saja, Karisma masih lestari dalam bentuknya yang biasa demi kelangsungan hidup Gereja sehari-hari dan dalam bentuknya yang luar biasa dalam individu-individu tertentu.
Copyrights © 2024