Media massa sebagai jendela realitas, tampaknya harus ditinjau dari perspektif lebih kritis. Ungkapan pesimistis atas realitas media ini bukan wacana baru dalam kajian ilmu komunikasi massa. Media kerapkali mengkonstruksi realitas sesuai dengan citra yang ingin dibangunnya. Tulisan ini mengkaji realitas media dan konstruksi sosial media. Dalam hal realitas media menyoroti peran-peran yang seharusnya dilakukan media massa beserta seluruh komponen yang ada di dalamnya. Teori yang digunakan untuk menggambarkan realitas dan konstruksi sosial media ini adalah teori fakta sosial, teori definisi sosial, dan teori konstruksi sosial. Teori fakta sosial melihat realitas sebagai sesuatu yang eksternal, objektif dan ada. Sedangkan teori konstruksi sosial berpandangan bahwa realitas memiliki dimensi subjektif dan objektif. Manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas yang objektif melalui proses eksternalisasi, sebagaimana ia memengaruhinya melalui proses internalisasi yang mencerminkan realitas yang subjektif. Perbedaan perspektif teori diatas telah melahirkan pembenaran bahwa berita adalah tafsir media terhadap realitas. Sedangkan pada perspektif lain, wartawan tidak boleh menambahkan opini pribadinya pada fakta yang diberitakan
Copyrights © 2024