Sinema didekati sebagai bahasa oleh Christian Metz. Pendekatan ini menuai sikap kritis karena mereduksi semua elemen sinematik menjadi makna. Padahal sinema bukan persoalan pemaknaan. Tulisan ini ingin memperlihatkan pendekatan lain terhadap sinema yakni melalui hasrat. Teori yang digunakan adalah teori figural hasil pembacaan Lyotard atas psikoanalisis Freud berjudul Die Verneinung. Teori ini memperlihatkan peran figural sebagai hasrat melalui kehadiran "mata" pada bahasa. Pada saat bersamaan, kehadiran ini meruntuhkan pemaknaan pada sinema sebagai kealamiahan hubungan antara penanda dan petanda.
Copyrights © 2011