Televisi menjadi kekuatan baru, yang konon lahir karena kepentingan politik. Terutama juga menjadi senjata para penguasa dalam menanamkan ideologinya, semacam propaganda keberhasilan dalam membangun negara. Dalam kemampuan penonton yang semakin matang dalam menyerap setiap teks apapun, termasuk dalam era global yang sedang berlangsung dimana lahir berbagai karakter televisi, teks-teks populer (popular culture) semestinya sudah mulai menggantikan peran ideologi yang berbasis pada kekuasaan penguasa dalam teks-teks media.
Copyrights © 2013