Defect bintik hitam sering kali menjadi masalah dalam produk plastik hasil cetak extrusion blow molding, yang dapat menurunkan kualitas dan nilai produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh temperature barrel, kecepatan putaran screw, dan komposisi material regrind terhadap cacat bintik hitam pada produk HDPE. Menggunakan metode Design of Experiments (DoE) dengan rancangan factorial, percobaan dilakukan dengan tiga level untuk setiap variabel bebas: temperatur barrel (175°C, 198°C, 221°C), kecepatan putaran screw (82 RPM, 90 RPM, 98 RPM), dan komposisi material regrind (40-60%, 60-40%, 80-20%). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan ANOVA dan regresi linear untuk menentukan signifikansi pengaruh dan interaksi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa temperatur barrel dan komposisi material regrind memiliki pengaruh signifikan terhadap cacat bintik hitam, dengan interaksi yang paling kritis terjadi pada kombinasi temperature tinggi (221°C), kecepatan putaran screw tinggi (98 RPM), dan komposisi material regrind tinggi (80% regrind - 20%murni). Kesimpulan utama penelitian ini adalah pengaturan parameter yang optimal dapat meminimalkan cacat bintik hitam, meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan. Rekomendasi diberikan untuk pengaturan parameter yang lebih baik guna mencapai hasil produksi yang lebih konsisten dan berkualitas tinggi.
Copyrights © 2024