Perkembangan teknologi dan internet telah mengubah cara komunikasi masyarakat, dengan media sosial menjadi platform utama. Twitter, yang memiliki 18,45 juta pengguna di Indonesia pada tahun 2022, digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis sentimen publik terkait Karapan Sapi, kompetisi balap sapi tradisional di Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sentimen publik terhadap Karapan Sapi, menyebarkan efektivitas kombinasi metode K-Means dan Support Vector Machine (SVM), serta menerapkan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk menangani ke regresi data. Sebanyak 647 ulasan Twitter berbahasa Indonesia dikumpulkan melalui crawling berbasis Python dan diproses menggunakan text preprocessing. Metode K-Means mengelompokkan ulasan menjadi tiga cluster: aspek budaya Karapan Sapi, olahraga tradisional, dan keterkaitan dengan pihak militer atau pemerintah. SMOTE menyelesaikan keseimbangan sentimen data, meningkatkan kinerja model pembelajaran mesin pada kelas minoritas. Model SVM dengan parameter optimal (kernel linear, C=1.0, gamma=1.0) menghasilkan akurasi 92%, meskipun masih menunjukkan ketelitian performa antar kelas. Penelitian ini membuktikan efektivitas kombinasi K-Means dan SVM, serta pentingnya SMOTE dalam analisis sentimen berbasis Twitter, khususnya untuk budaya lokal seperti Karapan Sapi.
Copyrights © 2025