Artikel ini membahas tentang analisis qira’at shahihah menurut Ibnu al-Jazari, yang merupakan seorang ahli qira’at al-Qur’an pada ketujuh Hijriyah. Variasi bacaan al-Qur’an yang diidentifikasi oleh Ibnu al-Jazari memberikan kontribusi penting dalam memahami dan melestarikan bacaan yang otentik. Penelitian ini menggunakan metode analisis-deskriptif untuk mengkaji sumber-sumber primer, di antaranya yaitu kitab karya al-Jazari sendiri yang berjudul al-Nasyr fi al-Qira’at al-`Asyr dan nadzam al-Durrah al-Mudhiyyah fi al-Qira’at al-Tsalatsah al-Mutammimah li al-Asyrah. Selain itu juga mengkaji sumber sekunder berupa kitab, buku dan artikel yang berkaitan dengan qira’at shahihah. Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya qira’at yang shahihah dalam memahami al-Qur’an dan juga membahas tentang peran Ibnu al-Jazari dalam menambahkan qira’at shahihah yang awalnya berjumlah tujuh qira’at yang dinisbatkan kepada para Imam qira’at sebagaimana yang dihimpun oleh Imam Mujahid, menjadi sepuluh qira’at yang dinisbatkan kepada tiga Imam yaitu, Imam Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’ al-Madani, Imam Ya’qub bin Ishaq al-Hadhrami al-Bashri dan Imam Khalaf bin al-Bazzar al-Asyir. Penentuan ketiga imam ini tentunya dengan menggunakan metode tersendiri dalam penyeleksiannya, ia menetapkan tiga kriteria khusus yaitu: ketersa-mbungan sanad, kesesuaian dengan kaidah bahasa Arab, dan kesesuaian dengan penulisan Mushaf/rasm ustsmani.
Copyrights © 2023