Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis bentuk resistensi yang dialami mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (PSIAT) di UIN Sumatera Utara. Hal ini dilatari oleh suatu fakta bahwa mahasiswa lulusan sekolah umum (SMA/SMK) mengalami beragam bentuk tantangan untuk dapat menyelesaikan perkuliahan di PSIAT. Untuk menjawab persoalan ini, maka diajukan pertanyaan bagaimana bentuk resistensi mahasiswa lulusan sekolah umum dan apa bentuk tekanan dan rintangan yang dihadapi untuk dapat menyelesaikan perkuliahan di PSIAT?. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan mengajukan wawancara kepada 10 mahasiswa dari lulusan sekolah umum yang dijadikan sebagai data primer. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui data kepustakaan dari artikel, skripsi dan dokumentasi yang sejalan dengan kajian ini. Setelah data dikumpulkan lalu dianalisis dengan tehnik tiranggulasi data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan ditarik kesimpulan. Hasil temuan menunjukan bahwa mahasiswa lulusan umum melakukan resistensi berjuang; berlajar mandiri di media sosial, mencari panutan, ikut dalam organisasi Prodi. Adapun dari sikap resistensi secara pasrah dari keadaan yang diterima ditunjukkan dengan sikap apatis, tidak perduli, merasa salah jurusan, tidak serius dalam belajar, merasa diri paling bodoh dan menghindar dari bentuk pelajaran IAT untuk menyelesaikan studi.
Copyrights © 2024