Kanada telah membangun reputasi sebagai negara yang ramah terhadap imigran dan menghargai multikulturalisme selama puluhan tahun terakhir. Imigran di Kanada mencapai seperempat dari total populasi. Pada tahun 2022 terjadi lonjakan imigran ilegal sekitar 40.000 orang yang menyeberang dari Amerika Serikat ke Kanada. Sebagai respons, Kanada dan Amerika Serikat merevisi Safe Third Country Agreement pada tahun 2023 yang semula membuka pintu bagi imigran menjadi lebih membatasi. Kesepakatan terbaru antara Kanada dan Amerika Serikat untuk membatasi arus masuk imigran ilegal ke negara mereka bertentangan dengan kebijakan imigrasi Kanada yang sebelumnya ramah terhadap imigran. Artikel ini membahas alasan mengapa arah kebijakan imigrasi Kanada berubah dari terbuka terhadap imigran menjadi lebih restriktif melalui Safe Third Country Agreement pada tahun 2023. Analisis penelitian ini menggunakan konsep kepentingan nasional untuk mengidentifikasi hubungan antara kepentingan nasional dengan kebijakan imigrasi yang diambil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan causal-process tracing (CPT). Hasil temuan menunjukkan bahwa Kanada membatasi kebijakan imigrasinya dilatarbelakangi karena kepentingan nasionalnya, yaitu melindungi wilayah perbatasan, menstabilkan kondisi ekonomi domestik, meningkatkan citra negara, dan menyebarkan nilai-nilai Kanada kepada negara-negara lain terkait perlindungan hak asasi manusia bagi para imigran.
Copyrights © 2024