Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan kegiatan seni pada komunitas mural yang berada di Denpasar. Fenomena perubahan makna mural dari seni jalanan yang sering berkaitan erat dengan vandalisme lalu kini banyak menjadi bentuk mural dekoratif tidak terlepas dari kegiatan serta pola pikir dari pelaku kegiatan seni tersebut. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 komunitas mural yang berada di Denpasar yaitu Komunitas Podjok, Komunitas Djamur dan Mural Bali Studio. Komunitas tersebut dipilih karena dirasa dapat mewakili 3 generasi yang memiliki pengaruh tersendiri dalam menggerakkan seniman mural lainnya dalam berpikir, bertindak dan menyampaikan makna dari seni mural itu sendiri. Perubahan kegiatan serta pola pikir ini dibedah melalui teori Pierre Bordeu yang melibatkan modalitas, ranah dan praktik dengan metode kualitatif sehingga diharapkan dapat menjelaskan hubungan antara perubahan aktivitas dan pola pikir pada perubahan makna bentuk seni mural di kota Denpasar.
Copyrights © 2024