Faktor individu meliputi usia, IMT, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, trauma lutut. Pada usia lanjut, terjadi perubahan kolagen dan penurunan komponen utama cairan sinovial yang berfungsi memberikan kekenyalan pada sendi dan pelumas sehingga menyebabkan tulang dan sendi lebih rentang terhadap tekanan dan kekurangan elastisitas sendi. Kemudian pada faktor pekerjaan yaitu meliputi gerakan berulang seperti jongkok, berlutut dan beban kerja Pekerjaan yang melibatkan jongkok atau berlutut lebih dari dua jam setiap hari beresiko dua kali lipat terkena osteoarthritis lutut sedang hingga berat secara signifikan. Diperoleh data bahwa para pekerja tersebut rata – rata mengeluhkan nyeri pada bagian lutut, dan merasakan kekakuan. Beberapa pekerja mengatakan bahwa nyeri yang dirasakan sering muncul terutama pada saat mengangkut barang yang lebih banyak dari biasanya. Berdasarkan penelitian angka kejadian osteoarthritis pada kuli angkut dan pinggul sebesar 59,9%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 70 pekerja. Teknik pengambilan sampel adalah Teknik total sampling sebanyak 57 pekerja. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner womac dengan analisis data menggunakan SPSS spearmen dan pearson. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk hubungan antara ostheoarthritis dengan tekanan darah pasien didapatkan nilai p-value sebesar 0,026 dan koefisien korelasi sebesar 0,336 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara osteoarthritis dengan pasien sindrom metabolik. Sedangkan untuk hubungan antara osteoartritis dengan pasien tekanan gula darah, nilai p-value sebesar 0.735 (>0.05) dan koefisien korelasinya sebesar -.104 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara osteoartritis dengan pasien tekanan gula darah pada buruh angkut atau dapat dikatakan memiliki hubungan yang lemah.
Copyrights © 2024