Latar Belakang: Jumlah gangguan keamanan dan ketertiban di penjara atau tempat penahanan merupakan salah satu perhatian banyak orang karena menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya pemenuhan hak-hak narapidana (WBP) seperti makanan dan air. Kualitas makanan dan minuman juga menunjukkan tingkat kesehatan narapidana. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan indeks kepuasan layanan produk makanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, yang bertujuan sebagai langkah pencegahan terjadinya kerusuhan dan bentuk jaminan kesehatan bagi WBP serta dapat diterapkan untuk memperbaiki kekurangan layanan.Metode: Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 147 orang dengan sampel 15 orang melalui sistem pengambilan simple random sampling menggunakan indeks pedoman kepuasan masyarakat (IKM). Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Data kepuasan mengenai variasi menu, cara penyajian, waktu penyajian, tempat dan peralatan makan serta petugas layanan dengan hasil nilai interval IKM sebesar 3,66 dengan nilai konversi IKM 91 yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan WBP terhadap layanan produk makanan sangat baik. Dan tingkat layanan produk makanan yang baik dapat menunjukkan bahwa keterampilan kesehatan WBP juga baik. Kesimpulan: Nilai kualitas layanan produk makanan berada pada kinerja unit layanan yang sangat baik.
Copyrights © 2024