Ada beberapa cara untuk mengatasi nyeri persalinan diantaranya teknik pijat endhorpin dan pijat pada punggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan teknik pijat endhorpin dan pijat punggung terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Praktik mandiri bidan (PMB) Wilayah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala 1 fase aktif di PMB Wilayah Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji t dependen dan independen dan instrumen menggunakan lembar observasi skala nyeri Bourbanis (α = 0,05). Sebelum dilakukan teknik pijat endhorpin terdapat 16 responden (50%) yang mengalami nyeri skala sedang, setelah itu terdapat 21 responden (65,6%) yang mengalami nyeri skala sedang. Sebelum dilakukan pijat punggung, terdapat 21 responden (65,6%) yang mengalami nyeri dalam skala berat, dan setelah itu terdapat 20 responden (62,5%) yang mengalami nyeri dalam skala sedang. Terdapat perbedaan nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikan teknik endhorpin massage (p-value 0,000). Terdapat perbedaan nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah pemberian pijat punggung dengan p-value 0,000). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara teknik pijat endhorpin dan pijat punggung terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di PMB Wilayah Kota Tasikmalaya dengan p-value 0,396
Copyrights © 2025