Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
Vol 37, No 1 (2016): Mei 2016

Pelindian Logam Tanah Jarang dari Terak Timah dengan Asam Klorida setelah Proses Fusi Alkali

Kurnia Trinopiawan (Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977)
Mohammad Zaki Mubarok (Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan - ITB Bandung 40132)
June Mellawati (Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir - BATAN Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710)
Budi Yuli Ani (Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977)



Article Info

Publish Date
31 May 2016

Abstract

Terak timah yang merupakan limbah peleburan timah memiliki potensi untuk dapat dimanfaaatkan lebih lanjut dengan mengekstrak logam-logam berharga di dalamnya, seperti logam tanah jarang (LTJ). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimal pelindian LTJ dari terak timah setelah proses fusi alkali. Struktur silika pada terak menyebabkan pelindian secara langsung menjadi tidak efektif. Oleh karena itu langkah pre-treatment dengan fusi alkali dibutuhkan untuk membuka struktur silika serta meningkatkan porositas terak. Fusi dilakukan selama 2 jam pada temperatur 700oC dengan perbandingan natrium hidroksida (NaOH) : terak = 2 : 1. Kemudian frit yang telah dilindi dengan air dilanjutkan dengan pelindian dengan asam klorida untuk melarutkan LTJ. Persen ekstraksi LTJ sebesar 87,5% diperoleh pada konsentrasi asam klorida (HCl) 2 M, temperatur 40oC, ukuran butiran -325 mesh, S/L = 15 g/100 ml, kecepatan pengadukan 150 rpm, dan waktu pelindian selama 5 menit. Tin slag, a waste product from tin smelting process, has a potency to be utilized further by extracting the valuable metals inside, such as rare earth elements(REE). The objective of this study is to determine the optimum leaching condition of REE from tin slag after alkali fusion. Silica structure in slag is causing the direct leaching uneffective. Therefore, pre-treatment step using alkali fusion is required to break the structure of silica and to increase the porosity of slag. Fusion is conducted in 2 hours at 700 oC, with ratio of natrium hidroxide (NaOH) : slag = 2 : 1. Later, frit which is leached by water then leached by chloride acid to dissolve REE. As much as 87,5% of REE is dissolved at 2 M on chloride acid (HCl) concentration, in 40o C temperature, -325 mesh  particle size, 15g/100ml of S/L, 150 rpm of agitation speed, and 5 minutes of leaching time.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

eksplorium

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA ...