Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, terutama mempengaruhi paru-paru dan dapat menyebar ke organ lain. Penyakit ini erat kaitannya dengan malnutrisi, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah, di mana malnutrisi memperburuk perjalanan penyakit TB serta meningkatkan risiko komplikasi seperti anemia. Laporan kasus ini mengevaluasi penatalaksanaan holistik pada seorang laki-laki berusia 19 tahun yang didiagnosis dengan TB paru, malnutrisi, dan anemia. Laporan Kasus: Pasien datang dengan gejala batuk berdahak lebih dari tiga minggu, penurunan berat badan signifikan, dan kelelahan. Pemeriksaan fisik menunjukkan indeks massa tubuh (BMI) 16 kg/m², sedangkan hasil penunjang menunjukkan infiltrat paru dan anemia normositik. Pendekatan holistik melibatkan terapi obat anti-TB (OAT) standar selama 6 bulan, suplemen zat besi dan vitamin B kompleks untuk anemia, serta diet tinggi kalori dan protein untuk memperbaiki status gizi. Edukasi lingkungan juga diberikan untuk mengurangi risiko penularan, termasuk peningkatan ventilasi rumah dan etika batuk. Setelah satu bulan pengobatan, pasien menunjukkan perbaikan gejala, peningkatan berat badan 2 kg, dan hasil dahak negatif. Kesimpulan: Pendekatan holistik dengan kedokteran keluarga sangat penting untuk memastikan penatalaksanaan pasien berjalan optimal. Dengan melibatkan pasien, keluarga, dan lingkungan dalam penatalaksanaan TB, malnutrisi, dan anemia, maka diharapkan tercapai kesembuhan yang lebih baik dan mencegah terjadinya penularan serta kekambuhan penyakit di kemudian hari.
Copyrights © 2024