Ringkasan: Latar Belakang: Kebisingan di lingkungan kerja power plant menjadi perhatian utama karena dampak signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Lebih dari 30% pekerja sektor energi Indonesia terpapar kebisingan di atas Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA. Tujuan: Memetakan tingkat kebisingan di unit Power Plant PT. X menggunakan software golden surfer untuk mengidentifikasi zona-zona kritis yang memerlukan penanganan khusus. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pengukuran kebisingan di 35 titik sampling menggunakan metode grid. Pengukuran dilakukan menggunakan Sound Level Meter PCE-322A dan dianalisis dengan software golden surfer untuk membuat peta kontur kebisingan. Hasil: Tingkat kebisingan bervariasi dari 64,10 dBA hingga 104,75 dBA, dengan 42,86% area melebihi NAB 85 dBA. Area G3 memiliki kebisingan tertinggi (103,1-106,0 dBA) yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran dan risiko kesehatan non-auditori. Simpulan: Peta kontur kebisingan berhasil mengidentifikasi zona-zona berisiko tinggi yang memerlukan intervensi segera untuk melindungi kesehatan pekerja. Saran: Diperlukan sistem zonasi kebisingan dengan penandaan jelas dan pemantauan berkala untuk evaluasi efektivitas pengendalian kebisingan.
Copyrights © 2024