Parents in the family pastoral model feel they have a ‘double role’ in the family due to the addition of pastoral duties from the church, which had originally ‘left pastoring to the pastor’ so that role conflict is not avoided. The purpose of this paper is for the church to provide solutions through management science to the role conflict experienced by parents as a complimentary regional shepherding of the church in dealing with the interpretation of theological doctrines. The research method used in this paper is qualitative, using a descriptive analysis method based on a literature review. It can be concluded that the theoretical role conflict explains how parents' roles as spiritual leaders and family members can conflict with each other, creating tensions that require good management to support faith growth and family well-being. The diversity of theological opinions in the church and Christian society, triggered by technological advances, demands good role conflict management in family pastoral ministry to create open dialogue, solid theological education, and wise leadership to maintain family unity and spiritual well-being. Abstrak Orang tua dalam model family pastoral merasa mempunyai “peran ganda†di dalam keluarga akibat ditambahkannya tugas menggembalakan dari gereja, yang semula telah “menyerahkan penggembalaan kepada pendeta†sehingga role conflict (konflik peran) tidak terhindar. Tujuan tulisan ini adalah agar gereja dapat memberikan solusi melalui ilmu manajemen terhadap role conflict yang dialami para orang tua sebagai regional complimentary penggembalalan gereja dalam menghadapi interpretasi doktrin teologis. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah jenis kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif yang berbasis pada kajian literatur. Maka dapat disimpulkan bahwa Teoretik role conflict menjelaskan bagaimana peran orang tua sebagai pemimpin spiritual dan anggota keluarga dapat saling bertentangan, menciptakan ketegangan yang memerlukan pengelolaan yang baik untuk mendukung pertumbuhan iman dan kesejahteraan keluarga. Keberagaman pendapat teologis dalam gereja dan masyarakat Kristen, yang dipicu oleh kemajuan teknologi, menuntut pengelolaan role conflict yang baik dalam pelayanan pastoral keluarga agar menciptakan dialog terbuka, pendidikan teologis yang solid, dan kepemimpinan bijaksana untuk menjaga persatuan dan kesejahteraan spiritual keluarga.
Copyrights © 2024