Indonesia dikejutkan dengan bencana alam gempa bumi yang disusul dengan likuefaksi pada September 2018. Likuefaksi merupakan bencana alam yang terjadi akibat adanya kondisi berupa pasiran lepas yang jenuh air dan disertai adanya gempa bumi. Kejadian likuefaksi sangat mungkin terjadi berulang apabila terdapat kondisi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan terulangnya bencana likuefkasi dengan lokasi studi di Mpanau Kabupaten Sigi. Berbagai cara diketahui untuk menentukan kerentanan likuefkasi di suatu daerah. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah mengelompokan kerentanan berdasarkan kedalaman muka air tanah yang akan dibandingkan dengan kondisi analisis butiran metode Tsuchida. Perhitungan percepatan puncak gempa digunakan berdasarkan gempa yang pernah terjadi sebelumnya sebesar 0.4 g. Penelitian menggunakan dasar empat titik pengujian menunjukkan bahwa pada lokasi ini memiliki kerentanan likuefaksi berdasarkan gabungan antara kedalaman muka air serta gradasi butiran.
Copyrights © 2024