Penelitian ini mengkaji pengaruh media sosial terhadap kemampuan berpikir kritis dan daya fokus pengguna berusia 19-23 tahun di Indonesia. Dalam era konvergensi media, media sosial seperti Instagram, X, dan TikTok menjadi platform utama penyebaran informasi. Meskipun aksesnya mudah, konsumsi konten singkat dan instan dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan fokus pengguna. Dengan metode kualitatif berbasis wawancara dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa pengguna yang menghabiskan 5-10 jam per hari di media sosial cenderung terdistraksi dan kurang termotivasi untuk mencari informasi lebih dalam, merasa konten yang diterima sudah cukup lengkap. Gratifikasi instan yang diperoleh dari media sosial berkontribusi pada penurunan fokus dan ketergantungan pada informasi singkat. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital untuk meminimalkan dampak negatif dari konsumsi media sosial yang berlebihan.
Copyrights © 2024