Busuk batang fusarium merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman jagung. Busuk batang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas. Saat ini, banyak fungisida kimia yang digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh Fusarium sp. Penggunaan fungisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan resistensi patogen. Penggunaan agens pengendali hayati secara langsung selama ini sering dilakukan, namun hasilnya kurang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas agens pengendali hayati dalam menghambat penyakit tersebut melalui bioenkapsulasi. Diharapkan hasil penelitian tentang potensi bioenkapsulasi bakteri endofit Bacillus sp. ini bermanfaat sebagai rekomendasi pengendalian penyakit busuk batang fusarium. Aplikasi bioenkapsulasi beads bakteri endofit Bacillus sp. sebagai pengendali hayati dapat menjadi alternatif dalam pengendalian penyakit busuk batang fusarium pada tanaman jagung dibandingkan dengan penggunaan fungisida kimia berbahan aktif prophineb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K3 (konsentrasi natrium alginat 3%) memperoleh hasil tertinggi pada pengujian viabilitas dan efisiensi enkapsulasi, yang berpengaruh terhadap nilai intensitas penyakit, serta nilai tertinggi pada pengujian rumah kaca. Hasil yang diperoleh juga tidak berbeda nyata dengan perlakuan menggunakan fungisida kimia.
Copyrights © 2024