Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan akun Instagram @gastrolink.mataram.walailak dalam mengenalkan makanan khas Indonesia sebagai upaya Gastrodiplomasi kepada mahasiswa Universitas Walailak, Thailand. Dengan pendekatan kuantitatif, data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa untuk menarik perhatian terhadap konten akun tersebut. Menggunakan konsep diplomasi digital dan Gastrodiplomasi sebagai kerangka pemikiran, penelitian ini mengeksplorasi sejauh mana media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk memperkuat pemahaman budaya melalui kuliner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan memanfaatkan persentase angka untuk menilai efektivitas pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memiliki potensi besar sebagai media Gastrodiplomasi yang mampu menarik perhatian audiens muda melalui visual yang menarik dan narasi budaya yang informatif. Namun, masih diperlukan optimalisasi strategi konten, termasuk penguatan interaksi dengan penonton dan peningkatan konsistensi unggahan. Kesimpulan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola akun untuk meningkatkan dampak diplomasi budaya melalui platform digital. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi Gastrodiplomasi di era digital yang semakin terintegrasi.
Copyrights © 2024