Kasus tindakan rasisme sepak bola masih terjadi hingga saat ini mayoritas pemain sepak bola berkulit hitam dunia pernah mengalami rasisme. Perbedaan warna kulit dan etnis termasuk faktor yang memicu munculnya aksi rasis di setiap pertandingan sepak bola. Sebagai ras yang pada hakikatnya sama, rasisme seharusnya dilenyapkan karena hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana dan merusak reputasi sepak bola di seluruh dunia yang di dalamnya terdapat nilai-nilai sportifitas dalam bermain, solidaritas, menentang keras rasisme, bersikap fair play dan respect. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan bagaimana bingkai berita yang dipergunakan oleh media Detiksport dalam menggambarkan isu rasisme saat memberitakan kasus rasisme dalam sepak bola. Analisa yang digunakan dengan paradigma konstruktivisme dan menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya suporter dalam pemberitaan ini dianggap sebagai pelaku tindakan rasisme dengan bentuk frame sosiologi. Suporter cenderung dideskripsikan Detiksport yang menekankan sisi karakter negatif yang dibingkai melalui kosakata dalam strip (potongan aktivitas). Detiksport lebih menonjolkan judul dengan kata-kata yang membangkitkan emosi serta menarik perhatian sehingga membuat khalayak yang mengkonsumsi media tersebut turut merasakan perasaan korban
Copyrights © 2024