Meningkatnya jumlah penduduk akan meningkatkan timbunan sampah serta menjadikan kasus dalam pengolahan limbah diantaranya jumlah sarana dan kualitas SDM kurang memadai, kurangnya pengaturan jam kerja, dan organisasi yang tidak terstruktur. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian Ini 1 informan kunci yaitu pemilik gudang dan 3 informan triangulasi yaitu sopir, pemilah dan pencacahan. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan instrument tambahan lembar Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control (HIRADC). Penelitian ini dilakukan di Gudang Pengolahan Limbah Desa Banjengan. Berdasarkan hasil analisis risiko menggunakan metode HIRADC pada aktvitas pengolahan limbah terdapat 7 bahaya teridentifikasi yaitu bahaya ergonomi, fisik, mekanik, kimia, biologi, gravitasi dan listrik. Hasil penilaiaian dan evaluasi risiko terdapat 41 risiko yaitu 1% risiko ekstrim, 9% risiko tinggi (tidak dapat diterima), 25% risiko menengah (dapat ditolerir) dan 4% risiko rendah (risiko dapat diterima). Rekomendasi pengendalian yang diberikan yaitu eliminasi, subtitusi, perancangan, administratif control, dan APD. Berdasarkan hasil penelitian terdapat berbagai macam bahaya dan risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja.
Copyrights © 2023