Penelitian ini menyajikan analisis kebutuhan listrik di wilayah Jawa Tengah, dimana konsumsi listrik semakin meningkat akibat pertumbuhan penduduk dan perluasan industri. Studi ini membandingkan dua pendekatan statistik untuk memodelkan permintaan listrik pada tahun 2021 dan 2023 menggunakan regresi linier dan regresi nonlinier. Meskipun regresi linier memberikan hasil yang akurat dengan koefisien korelasi yang tinggi, regresi linier mungkin tidak sepenuhnya menangkap kompleksitas pola konsumsi daya. Sebaliknya, regresi nonlinier memberikan lebih banyak fleksibilitasĀ dalam memodelkan hubungan kompleks antar variabel, namun memiliki koefisien korelasi yang lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut memiliki keunggulan masing-masing dalam memprediksi konsumsi daya dan dapat digunakan secara saling melengkapi tergantung pada karakteristik data dan tujuan analisis. Temuan-temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perencanaan energi yang lebih efektif di masa depan dan memberikan panduan bagi para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan di sektor energi.
Copyrights © 2024