Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan hasil mengoptimalkan potensi tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melalui program konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Desa Sengon memiliki kekayaan alam yang mendukung budidaya tanaman TOGA, namun pengelolaannya masih bersifat individu dan belum terintegrasi dengan baik. Tim PPK Ormawa melaksanakan program konservasi TOGA dengan memberikan edukasi, pendampingan, dan pelatihan kepada masyarakat setempat. Program ini juga mencakup pembentukan kelompok pelestari TOGA (KETARI TOGA) dan fasilitasi pemasaran digital hasil olahan tanaman obat keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program konservasi TOGA berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam budidaya dan pengolahan TOGA, serta membantu mendirikan Rumah Herbal sebagai pusat konservasi. Melalui evaluasi awal dan akhir, ditemukan peningkatan jumlah masyarakat yang menanam TOGA dari 60% menjadi 98%. Program ini juga berhasil mengembangkan produk herbal yang dipasarkan secara online dan offline. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian TOGA di Desa Sengon memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menghasilkan pendapatan tambahan.
Copyrights © 2024