Latar belakang: Dismenorea dapat memberikan dampak fisik dan psikologis seperti letih dan sering marah yang dapat mengganggu aktivitas sehari – hari. Dampak dismenorea pada remaja dapat menurunkan prestasi (6,5%), menurunnya konsentrasi (87,1%) dan absen dari sekolah (80,6%). Penanganan non farmakologis dismenorea dapat dilakukan kompres/ mandi air hangat, massage, latihan fisik (exercise), tidur yang cukup, hipnoterapi, distraksi seperti mendengarkan musik serta relaksasi seperti yoga dan nafas dalam, melakukan aktivitas fisik seperti olah raga, bersepeda dan senam aerobic, akupresure. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan efektivitas yoga, terapi benson dan senam dismenorea terhadap penurunan nyeri haid (dismenorea primer). Metode: Penelitian menggunakan metode Quasy Eskperiment with control design. Responden dalam penelitian ini sebanyak 24 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yoga, terapi benson dan senam dismenorea, dengan masing- masing jumlah responden 8 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, SOP yoga, benson dan senam dismenorea, matras yoga, lembar observasi. Lokasi penelitian dilakukan di MA Integral Lukman Hakim Kabupaten Bojonegoro pada Desember 2021- Februari 2022.. Hasil: Hasil penelitian kelompok yoga dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test rata-rata nyeri pretest 3,25 dan posttest 2,62 nilai p value = 0,281. Kelompok terapi benson dengan uji Paired Samples Test rata – rata nyeri pretest 6,00 dan posttest 2,75 nilai p value 0,000. Kelompok senam dismenorea dengan uji Paired Samples Test rata-rata nyeri pretest 4,50 dan posttets 3,25 nilai p value value = 0,038. Kesimpulan: Terapi benson, dan senam dismenorea efektif terhadap penurunan dismenorea dan dapat digunakan sebagai rekomendasi terapi nonfarmakologi penurunan dismenorea
Copyrights © 2024