Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam mengatasi masalah burnout pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Tangerang. Burnout di kalangan anak binaan menjadi perhatian serius, mengingat mereka sering menghadapi stres emosional yang tinggi akibat pengalaman hidup yang sulit dan lingkungan yang terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap anak binaan serta petugas di LPKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ACT membantu anak binaan untuk menerima perasaan dan pikiran negatif mereka, sekaligus berkomitmen untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai pribadi. Melalui teknik mindfulness dan penerimaan, anak binaan dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fleksibilitas psikologis mereka. Selain itu, program pembinaan yang terintegrasi dengan ACT menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesehatan mental dan emosional anak binaan, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ACT merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung rehabilitasi anak binaan di LPKA, dan dapat dijadikan acuan untuk pengembangan program pembinaan yang lebih holistik dan berorientasi pada kesehatan mental. Rekomendasi untuk implementasi program ACT di LPKA serta penelitian lebih lanjut tentang efek jangka panjangnya juga disarankan.bersih.
Copyrights © 2024