Penyalahgunaan narkotika merupakan masalah serius yang mengancam masyarakat Indonesia, dengan peningkatan kasus sebesar 11,1% pada tahun 2022. Para pengedar narkoba semakin canggih dalam menggunakan teknologi komunikasi, terutama aplikasi WhatsApp dengan fitur enkripsi end-to-end, untuk melancarkan transaksi ilegal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembalikan pesan WhatsApp yang terenkripsi dalam konteks investigasi kasus pengedaran narkoba menggunakan framework Digital Forensics Research Workshop (DFRWS). Metode yang digunakan adalah static forensic dengan tools MOBILedit Forensic Express dan Kleopatra untuk mengekstrak dan menganalisis data dari smartphone Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework DFRWS efektif dalam memulihkan dan menganalisis bukti digital berupa pesan terenkripsi PGP, private key, dan informasi kontak terkait transaksi narkoba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework DFRWS efektif dalam memulihkan dan menganalisis bukti digital berupa mengekstraksi smartphone Redmi 6A milik tersangka, menemukan file Private Key dan file PGP Message, serta mengungkap detail transaksi narkoba. Temuan ini membuktikan bahwa teknik forensik digital modern dapat mengatasi tantangan enkripsi dalam investigasi kejahatan narkoba, memberikan kontribusi signifikan bagi penegakan hukum
Copyrights © 2025