Perkembangan teknologi komputer yang semakin pesat tentunya memberikan berbagai dampak positif, namun perkembangan teknologi tentunya juga memiliki dampak negatif seperti tindak kejahatan pada dunia maya yang semakin meningkat. Cyberbullying merupakan salah satu jenis tindak kejahatan cyber yang hingga saat ini masih sering terjadi. Tindak kejahatan ini sering terjadi di platform media sosial Twitter, sehingga diperlukan penanganan yang lebih lanjut agar kasus kejahatan tersebut dapat diselesaikan dan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mempermudah penyidik dalam mencari bukti tindakan cyberbullying yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti digital. Dalam forensik digital, live forensic digunakan untuk mengumpulkan bukti digital dengan menerapkan metode NIST. Metode NIST SP 800-86 terdiri dari empat tahapan, yaitu collection, examination, analysis, dan reporting. Pada penelitian ini, proses live forensic dilalukan dengan menggunakan tools FTK Imager dan HxD Editor untuk mendapatkan barang bukti 100% yang berupa teks percakapan antara pelaku dan korban. Skenario kejahatan ini dirancang untuk mendapatkan bukti perundungan yang nantinya akan digunakan sebagai alat pendukung dalam pelaporan kepada pihak yang berwajib, sesuai dengan Pasal 27 Ayat (3) UU ITE
Copyrights © 2025