Puskesmas Pekalangan Kota Cirebon menghadapi tantangan dalam memanfaatkan data diagnosis pasien secara efektif untuk mendukung keputusan medis. Pengelolaan data yang tidak seimbang dan kompleks sering kali menghambat akurasi klasifikasi diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi model klasifikasi diagnosis pasien menggunakan algoritma Random Forest dengan optimasi parameter "number of trees" dan "max depth". Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan Knowledge Discovery in Databases (KDD) yang mencakup prapemrosesan data, seleksi fitur, dan evaluasi model. Dataset terdiri dari 3.769 data rekam medis pasien Puskesmas Pekalangan periode Januari hingga Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal "number of trees" adalah 28 dan "max depth" adalah 10, keduanya menghasilkan akurasi model sebesar 76,39%. Selain itu, atribut "keluhan utama" terbukti menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap prediksi, dengan akurasi mencapai 53,58%. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan parameter yang tepat dan seleksi fitur dalam meningkatkan efisiensi serta keandalan model klasifikasi. Implementasi model ini diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih akurat dan cepat di tingkat puskesmas.
Copyrights © 2025