Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ransum Hipromin blok khusus ternak sapi dan mengevaluasi respon ternak sapi Sumba Ongole yang mendapatkan ransum blok tersebut. Ransum blok memiliki berat 1 kg bahan kering dengan menggunakan bahan baku lokal seperti biomassa watar hammu varietas kiku mbimbi, hay lamtoro, hay odot, tepung kanji dan mineral. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan komposisi watar hammu 20%(P1), 30%(P2), dan 40%(P3) pada ransum blok yang diberikan pada 6 ekor ternak sapi Sumba Ongole dengan sistem kafetaria selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua level biomassa watar hammu memiliki palatabilitas yang baik sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ternak mengkonsumsi ransum blok yang diberikan. Hasil analisis statistic memperlihatkan bahwa perlakuan P3 (biomassa watar hammu 40%) memberikan hasil terbaik pada variabel waktu untuk mulai mengkonsumsi (2,5 menit) dan konsumsi total ransum (840 gram/9 jam). Namun, tidak ada perbedaan yang nyata pada perlakuan toral waktu konsumsi dan persentase disintegrasi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan baku biomassa watar hammu (sorghum) hingga 40% dapat diaplikasikan pada ransum hipromin block, dapat menggantikan penggunaan hay rumput dan juga disukai oleh ternak sapi Sumba Ongole.
Copyrights © 2024