Akhlak memiliki peran kursial bagi martabat manusia. Melibatkan tindakan tanpa pemikiran sadar, dan menjadi bagian penting dalam membentuk prilaku positif. Pembinaan akhlak yang efektif memerlukan bimbingan sesuai ajaran islam. Dan pesantren memainkan peran kunci dalam pembinaan akhlak melalui pengurus yang bertindak sebagai teladan,Penelitian ini meneliti pola komunikasi interpersonal antara pengurus dan santriwati dalam membina akhlak di pondok pesantren AL-Fattah Jember, Jawa Timur. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal, serta hambatan dan solusi dalam membina akhlak, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, yang dianalisi menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian ini menunjukan adanya komunikasi terstruktur antara pengurus, pengasuh dan santriwati. Dengan pendekatan pada keterbukaan, empati, dukungan, perasaan positif, dan kesamaan pengalaman. Elemen-elemen ini menumbuhkan hubungan interpersonal yang positif, yang penting untuk pengembangan pribadi dan spiritual. Namun, komunikasi menghadapi tantangan seperti karakter santri yang beragam, latar belakang pendidikan yang berbeda, penggunaan ponsel. Dan pengaruh luar, solusi yang diterapkan meliputi pendekatan individual, metode pengajaran modern, memberikan teladan, sesi kajian rutin, dan pengawasan yang teratur. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting untuk keberhasilan pembinaan akhlak di pesantren,
Copyrights © 2024