Perkembangan teologi Kristen di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan dinamika yang kompleks, terutama dengan adanya polarisasi di antara komunitas Kristen. Polarisasi ini sering kali dipicu oleh perbedaan pendekatan terhadap teks Alkitab, tradisi liturgi, dan respons terhadap isu-isu sosial-politik. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang melatarbelakangi polarisasi tersebut, termasuk pengaruh sejarah kolonial, interaksi dengan budaya lokal, serta dampak globalisasi dan modernitas. Dengan menggunakan pendekatan holistik dan studi literatur, tulisan ini menggali bagaimana polarisasi ini memengaruhi kesatuan komunitas Kristen dan persepsi masyarakat luas terhadap kekristenan. Selain itu, penelitian ini menawarkan kebaharuan melalui analisis mendalam terhadap potensi dialog dan rekonsiliasi di antara kelompok konservatif dan progresif. Peran organisasi ekumenis, seperti Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, juga dibahas sebagai upaya menjembatani perbedaan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi teologi di Indonesia, baik dalam konteks akademik maupun praktis, dengan menawarkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat kesatuan dan relevansi kekristenan di tengah masyarakat pluralistik.
Copyrights © 2024