Argumentasi matematis merupakan kemampuan yang sangat terkait dengan penalaran dan bukti matematis. Argumentasi matematis mencirikan kualitas penalaran matematis, bagaimana mengeksplorasi dan mengkomunikasikan penalaran matematis. Argumentasi berangkat dari kemampuan siswa dalam memberikan alasan terhadap suatu penalaran matematis, dan mengkonstruksi bukti matematis sesuai dengan tahapan pencapaian abstraksi siswa. Dalam konteks ini, bukti dipandang sebagai suatu proses dan aktivitas manusia (human activity) yang tidak hanya bertumpu pada sistem deduksi formal. Capaian siswa pada suatu level abstraksi merupakan interpretasi terhadap representasi matematis yang diberikan.
Copyrights © 2016