INTISARI Minyak atsiri bunga cengkeh memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi didalamnya memiliki kandungan zat yaitu eugenol dimana Zat Eugenol ini memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan dan antinflamasi, hasil penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa krim tipe O/W konsentrasi minyak atsiri 5% dapat sebagai antiinflamasi. Dalam penelitian ini akan di kembangkan formula dengan penambahan enhancer menggunakan asam oleat dan propilen glikol dengan komposisi paling optimal kandungan krim tipe O/W asam oleat 50% propilen glikol 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan enhancer terhadap uji toksisitas krim Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (MABC) dalam basis krim tipe O/W. Penelitian ini merupakan penelitain eksperimental yang menggunakan hewan percobaan mencil balb/c, menguji krim tipe O/W terhadap toksisitas MABC 2,5% yang mengandung enhancer asam oleat 50% propilen glikol 50%. Dengan membagi menjadi dua kelompok uji yaitu kelompok normal dan kelompok uji krim tipe M/A dengan masing-masing hewan uji 10 ekor yang diuji selama 24 jam setelah pemberian sedian uji, dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji, dengan melihat profil histopatologi pada hati dan ginjal pada mencit tersebut. Uji yang dilakukan pada penelitian ini merupakan jenis Toksisitas akut menggunakan hewan percobaan mencit balb/c. Hasil dari penelitian uji toksisitas akut selama 24 jam setelah pemberian sedian uji dan 14 hari setelah pemberian sediaan uji menunjukkan gambaran histopatologi pada ginjal dan hati pada mencit balb/c menunjukan tidak ada perubahan fisik. Sehingga tidak menyebabkan toksisitas. Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa formulasi krim minyak atsiri bunga cengkeh tipe M/A tidak menyebabkan toksisitas sehingga aman untuk digunakan.
Copyrights © 2024