Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian yang menunjukan kondisi pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan kejadian interaksi obat pada pasien dengan penyakit stroke. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan informasi ataupun karya tulis ilmiah yang memiliki hubungan dengan literature review. Hasil penelitian menunjukkan interaksi obat masih banyak terjadi pada pasien stroke. Interaksi obat terjadi melalui mekanisme interaksi farmakodinamik dan farmakokinetik. Onset interaksi obat dapat terjadi secara cepat terlihat dalam waktu 24 jam dan secara lambat. Interaksi obat yang banyak terjadi yaitu antara antiplatelet yang dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan hipertensi yaitu golongan CCBs dapat menurunkan efek antihipertensi; amlodipine, nimodipine, ACEI dapat menyebabkan efek hipotensi dan vasodilator captopril berkurang; captopril, ARB dapat menurunkan efek obat hipertensi; valsartan, candesartan. Interaksi obat antara aspirin dan beberapa golongan obat hipertensi dapat mengurangi interaksi obat antara antiplatelet warfarin dan paracetamol yang dapat meningkatkan efek antitrombotik dari antikoagulan. Interaksi aspirin sebagai antiplatelet dengan obat golongan PPI; omeprazole, lansoprazole dan interaksi dapat juga terjadi antara aspirin yang dikonsumsi bersamaan dengan diuretik seperti furosemide.
Copyrights © 2024