Kajian ini dilakukan untuk mengetahui profil curah hujan ekstrem di Provinsi Jawa Barat sebagai indikasi dampak pemanasan global. Data yang digunakan bersumber dari Stasiun Meteorologi Kertajati periode 1981 hingga 2023 yang diperoleh resmi dari website online BMKG. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian data sekunder dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data digunakan menggunakan aplikasi RClimDex dengan aturan Expert Team on Climate Change Detection and Indexes (ETCCDI) terkait indikator curah hujan. Analisis tren dilakukan dengan uji statistik non parametrik uji Man-Kendall dan Sens. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks curah hujan ekstrem mengalami tren yang bervariasi secara signifikan selama 43 tahun terakhir, yang mengindikasikan dampak perubahan iklim akibat pemanasan global.
Copyrights © 2024